Mayoritas mata pencaharian warga di Dukuh Tambak Gojoyo merupakan pengelola tambak dan pencari ikan. Tak sedikit warga memiliki tambak pribadi yang dimanfaatkan untuk budidaya udang maupun bandeng dengan sistem tambak alami. Melalui jenis budidaya ini, ekosistem tambak dibiarkan tumbuh mandiri dari segi pakan dan jenis hewan apa saja yang ada di dalamnya. Salah satu sumber daya yang ada cukup melimpah adalah belut payau. Hampir setiap hari belut ini dapat diambil dengan ukuran yang cukup besar dibandingkan belut pada umumnya.
Hingga saat ini, pemanfaatan sumber daya belut belum dapat dikatakan optimal. Perlu diciptakan diversifikasi olahan belut terutama untuk meningkatkan nilai jual produk. Dari masalah ini, mahasiswa KKN-PPM UGM mencoba menyampaikan inovasi olahan daging belut yaitu belut fillet. Ide ini disampaikan oleh Ella Dewi Utami mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian UGM.
Demonstrasi fillet belut dilaksanakan pada Kamis, 23 Juli 2026 di depan rumah warga yang diawali dengan pemaparan teknik pengemasan produk frozen menggunakan mesin vacuum sealer. Pada kesempatan ini, sekaligus tersedia label kemasan produk daging belut segar yang siap dipakai oleh anggota kelompok tani.
Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan fillet belut. Ibu-ibu yang hadir turut mempraktikkan secara langsung teknik membersihkan, memisahkan daging dari tulang, hingga menghasilkan potongan fillet yang rapi dan siap kemas.

Selain dilakukan demonstrasi pengolahan belut, Ella juga memperkenalkan potensi pemasaran produk fillet belut sebagai produk pangan bernilai tambah karena praktis, segar dan tahan lama dalam kemasan vacuum.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari ibu-ibu anggota Kelompok Tani Onggojoyo Jaya. Melalui inovasi sederhana ini, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan usaha berbasis potensi lokal sekaligus meningkatkan nilai ekonomi belut payau yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-PPM UGM dalam mendorong diversifikasi produk perikanan di Dukuh Tambak Gojoyo. Melalui kolaborasi dengan Kelompok Tani Onggojoyo Jaya, inovasi olahan fillet belut diharapkan dapat menjadi langkah awal pengembangan produk unggulan desa yang mampu memberdayakan masyarakat.
Artikel ini sebelumnya telah dipublikasikan oleh Ella Dewi Utami pada platform Medium

