Dari Penebaran hingga Manisan: Inovasi TIM 1 KKN-T IDBU 32 Undip Tingkatkan Nilai Jual Rumput Laut Gojoyo

DEMAK (24/7), Di bawah bimbingan Dr. Restiana Wisnu Ariyati, S.Pi., M.Si., Dr. Lestari Lakhsmi W., S.Pi., M.Pi., dan Dr.-Ing. Wisnu Pradoto, S.T., M.T. Mahasiswa KKN Tematik IDBU 32 Universitas Diponegoro menggelar serangkaian program pengembangan budidaya dan pengolahan rumput laut Gracilaria sp. pada tanggal 22 dan 24 Juli 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk mengatasi rendahnya nilai jual rumput laut yang selama ini dipasarkan dalam kondisi basah serta belum optimalnya pemanfaatan hasil panen menjadi produk bernilai tambah.

Dukuh Gojoyo memiliki potensi budidaya rumput laut yang cukup besar. Namun, keterbatasan sarana pascapanen dan minimnya pengolahan produk menyebabkan komoditas belum memberikan manfaat ekonomi yang maksimal bagi masyarakat. Melalui program yang telah dirancang mahasiswa lintas disiplin memperkenalkan inovasi pengeringan hingga pengembangan produk olahan berbasis rumput laut.

Budidaya Rumput Laut

Mahasiswa KKN-T IDBU 32 melaksanakan kegiatan budidaya rumput laut bersama pembudidaya setempat. Pendampingan penebaran bibit rumput laut Gracilaria sp. di area tambak milik warga yang dilakukan bersama Qohar anggota Kelompok Tani Onggojoyo Jaya. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa membantu proses penimbangan, persiapan, hingga penebaran bibit rumput laut ke petak tambak. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memahami kondisi budidaya secara langsung sekaligus memperkuat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam pengembangan komoditas rumput laut di Dukuh Gojoyo.

Budidaya Rumput Laut

Keterbatasan lahan penjemuran rumput laut menjadi tantangan bagi para warga yang membuat rumput laut sering dijual dalam kondisi basah sehingga nilai jualnya rendah, mahasiswa Akuakultur Universitas Diponegoro, Dzaky Abdur Rafi, membuat alat pengeringan rumput laut sederhana sebagai solusi atas keterbatasan lahan penjemuran. Alat ini membantu proses pengeringan menjadi lebih praktis sehingga rumput laut dapat dijual dalam kondisi kering yang memiliki daya simpan lebih lama dan nilai jual lebih tinggi.

Alat Pengeringan Sederhana Rumput Laut

“Dengan adanya alat pengering rumput laut ini, proses pengolahan menjadi lebih higienis dibandingkan dengan pengeringan di jalanan. Selain itu, harga jual rumput laut kering juga lebih tinggi dibandingkan dalam kondisi basah” kata Maskur selaku ketua kelompok tani Onggojoyo Jaya.

Program turut didukung oleh kegiatan mahasiswa jurusan akuakultur lainnya seperti pelatihan desain alat pengeringan oleh Boblie Yoas Euranos, demonstrasi pengaruh lama pengeringan terhadap bobot dan kadar air Gracilaria sp. oleh Arya Adi Wicaksono. Serta edukasi umur panen optimal dan persiapan sampel uji kualitas agar oleh Maylina Angelie. Di sisi budidaya rumput laut, Awallinda Putri Arimbi, Dewi Nurul serta Fauziah Faiq Ramadhani memperkenalkan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari fermentasi daun mangrove Avicennia marina dan manfaatnya bagi komoditas rumput laut.

Diversifikasi Produk Olahan Manisan Rumput Laut

Beralih ke hilirisasi produk melalui Diversifikasi Produk Olahan Manisan Rumput Laut yang digelar pada 24 Juli 2026 dihadiri ibu-ibu pelaku UMKM Dukuh Gojoyo. Kegiatan diawali dengan pengenalan teknik bleaching oleh mahasiswa Akuakultur, Akbar Nur Kholis, untuk meningkatkan kualitas bahan baku rumput laut sebelum diolah.

Merujuk pada KPAD (2013) “Bleaching adalah proses penghilangan pigmen pada rumput laut untuk menghasilkan warna yang lebih putih sehingga mutu rumput laut dapat meningkat”.

Hasil Bleaching Rumput Laut

Proses bleaching diawali dengan menyortir dan mencuci rumput laut, lalu merendamnya dalam air tawar selama 12 jam dan menjemurnya hingga kering diulang empat kali agar hasil lebih bersih dan cerah. Terakhir, rumput laut direndam dalam air cucian beras selama 12 jam untuk menghilangkan bau amis, kemudian dibilas, dan bila masih berbau dapat direndam perasan jeruk nipis sebelum diolah.

Hal tersebut disambut antusias oleh para ibu-ibu UMKM. Dengan menggunakan bahan organik alami seperti air cucian beras atau tepung beras dan perasan jeruk nipis menjadi solusi ramah lingkungan bagi ibu-ibu untuk dapat mengimplementasikannya di rumah.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pengolahan manisan rumput laut jenis Gracilaria sp yang di pandu oleh Salman Farizal Verdi. Produk tersebut dinilai memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan penjualan rumput laut mentah sekaligus berpotensi menjadi produk khas UMKM Dukuh Gojoyo.

Demonstrasi Pembuatan Manisan Rumput Laut

Program diversifikasi turut diperkuat melalui edukasi higienitas dan sanitasi pangan oleh Nadira Marsha Salima, pendampingan pelabelan kemasan oleh Reva Artanti Aryaputri, penyuluhan Business Model Canvas oleh Rahma Adzilla Nurfathima, serta pelatihan digitalisasi pemasaran melalui Google Business Profile dan WhatsApp Business oleh Zhafira Nur Khairani.

Melalui rangkaian program tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai peningkatan kualitas budidaya dan pascapanen, tetapi juga mendapatkan keterampilan pengolahan serta pemasaran produk. Upaya ini diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha berbasis rumput laut dan meningkatkan nilai jual komoditas unggulan Dukuh Gojoyo.

By Onggojoyo Jaya

Kelompok Tani Onggojoyo Jaya adalah kelompok masyarakat pesisir yang berlokasi di Dukuh Tambak Gojoyo, Desa Wedung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Kelompok ini secara resmi dikukuhkan melalui Keputusan Kepala Desa Wedung Nomor 065.2/VIII/2015 yang ditetapkan pada tanggal 14 Agustus 2015. Dengan mengusung semboyan "Satu Tujuan, Satu Semangat, Satu Kesuksesan, Untuk Pesisir Kabupaten Demak", kelompok ini dibentuk dengan tujuan untuk menumbuhkan semangat gotong royong, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat ekonomi masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *