DEMAK (26/7) Mahasiswa KKN Tematik IDBU 32 Universitas Diponegoro mengembangkan website logbook budidaya digital bernama “TambakKu” untuk membantu Kelompok Tani Onggojoyo Jaya di Dukuh Gojoyo, Demak, mencatat kegiatan budidaya tambak seperti udang, bandeng, dan komoditas lainnya secara lebih terstruktur. Kegiatan ini dilaksanakan pada 26 Juli 2026 di kediaman Maskur selaku ketua kelompok tani Onggojoyo Jaya.
Selama ini, kelompok tani masih melakukan pembukuan kegiatan budidaya secara manual dan belum pernah menghitung laba rugi usaha secara terpisah dari data produksi. Kondisi tersebut membuat pencatatan rentan hilang, atau sulit ditelusuri kembali saat dibutuhkan. Menjawab persoalan ini, Faris Abyan Nugroho dari jurusan Akuakultur bersama Muhammad Hafidz Kurniawan dari jurusan Akuntansi merancang website logbook digital sekaligus mendampingi kelompok tani dalam praktik pengisiannya.

“Website logbook budidaya digital ini kami buat untuk memudahkan Kelompok Tani Onggojoyo Jaya dalam mencatat kegiatan budidaya secara lebih praktis dan rapi. Dengan sistem digital, data dapat tersimpan lebih aman, mudah diakses, dan membantu pemantauan kegiatan budidaya secara lebih terorganisir,” kata Faris dan Hafidz selaku pengembang website.

Dalam website TambakKu terdapat berbagai macam fitur seperti pencatatan data dan siklus budidaya, pembukuan biaya, HPP, dan laba rugi serta pembuatan laporan budidaya dan keuangan secara otomatis. Melalui “TambakKu” kelompok tani kini dapat lebih mudah mencatat data budidaya sekaligus arus keuangan pemasukan dan pengeluaran usaha dalam satu sistem yang terintegrasi, menggantikan pencatatan konvensional berbasis buku yang selama ini digunakan.
Ketua kelompok Onggojoyo Jaya Maskur menyambut baik kehadiran platform tersebut.
“Harapannya dengan adanya website ini, pencatatan kegiatan budidaya dan keuangan kelompok bisa lebih mudah. Selama ini pencatatan masih menggunakan buku, jadi kadang bisa tercecer atau bahkan hilang. Dengan adanya pencatatan secara digital, data budidaya, pemasukan, dan pengeluaran bisa tersimpan dan lebih mudah dilihat kembali. Jadi kalau sewaktu-waktu membutuhkan laporan atau ingin melihat perkembangan budidaya, datanya sudah ada dan tidak perlu mencari-cari catatan di buku” tutur Maskur
Dalam kesempatan tersebut, Maskur juga memberikan masukan agar identitas kelompok tani dapat ditampilkan pada sistem yang dikembangkan. Ia mengusulkan penambahan logo Kelompok Tani Onggojoyo Jaya pada tampilan website maupun laporan yang dihasilkan sehingga dapat memperkuat identitas kelompok dalam setiap dokumentasi kegiatan budidaya.

Dengan adanya logbook digital “TambakKu” diharapkan menjadi langkah awal digitalisasi tata kelola usaha budidaya di Dukuh Gojoyo, sehingga kelompok tani dapat memantau kinerja usahanya secara lebih transparan dan berbasis data. Kedepannya, sistem pencatatan digital ini juga berpotensi menjadi dasar bagi kelompok tani dalam mengambil keputusan usaha maupun menyusun laporan keuangan yang lebih akuntabel.
