Gaya Baru Teknik Ecoprint, Manfaatkan Daun Mangrove di Lingkungan Sekolah

dokumentasi foto bersama hasil ecoprint dengan kkn ppm ugm
Hasil Ecoprint dari Daun Mangrove (Dok KKN-PPM UGM 2026)

Pemukiman pesisir tak dapat dipisahkan dari tanaman mangrove, begitu pula dengan melimpahnya komoditas mangrove di Dukuh Tambak Gojoyo. Tinggal dan besar diselimuti mangrove rasanya kurang pas jika tak mengenal dan memanfaatkan mangrove dengan optimal. Pengenalan lingkungan sekitar memang sangat penting untuk dimulai sedini mungkin. Hal tersebut yang dilakukan oleh SMP Negeri 3 Wedung dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027. Memanfaatkan momen MPLS, SMP Negeri 3 Wedung bersama tim KKN-PPM UGM 2026 mengadakan Mangrove ColorCraft. Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinda Luthfiani Nurul Ulya, mahasiswa Fakultas Biologi UGM dengan sasaran utama kegiatan siswa kelas tujuh yang baru menjalani MPLS.

Kegiatan Mangrove ColorCraft dilaksanakan pada 15 Juli 2026 tepatnya pada hari ketiga MPLS di SMP Negeri 3 Wedung. Kegiatan ini diawali dengan pengenalan teknik ecoprint, tata cara dan demonstrasi pembuatan. Setelahnya, siswa-siswi diminta mengambil daun mangrove sendiri di area sekolah mereka. Pada tahap ini, sangat terlihat antusiasme peserta karena kegiatan mulai dilakukan di luar ruangan. Siswa laki-laki kebanyakan sangat aktif bahkan mengambil daun dengan memanjat pohon.

kolase yang berisi foto yang diambil selama kegiatan ecoprint oleh tim kkn ppm ugm
Hasil Ecoprint dari Daun Mangrove (Dok KKN-PPM UGM 2026)

Selesai mengambil daun mangrove dengan jenis yang berbeda-beda, siswa-siswi kembali ke dalam ruangan untuk mulai mempraktikkan teknik ecoprint pada sebuah totebag. Dengan alat palu kayu dan plastik bening, mereka mulai berkarya dengan kreativitas masing-masing. Tak disangka hasil karya siswa kelas tujuh cukup baik dan beragam, apalagi motif akan terlihat serta terkunci setelah direndam dalam air tawas. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama siswa kelas tujuh beserta karya ecoprint yang hasilnya cukup memuaskan walaupun kebanyakan siswa baru pertama kali mencoba.

Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan menjadi lebih peka terhadap potensi di lingkungan sekitar, terutama lingkungan tempat tinggal. Jenis kegiatan ini dipilih dengan tujuan mengenalkan pemanfaatan daun mangrove sebagai pewarna alami yang kegiatannya dibungkus dalam sesi yang menyenangkan sekaligus melatih jiwa kesenian.

By Onggojoyo Jaya

Kelompok Tani Onggojoyo Jaya adalah kelompok masyarakat pesisir yang berlokasi di Dukuh Tambak Gojoyo, Desa Wedung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Kelompok ini secara resmi dikukuhkan melalui Keputusan Kepala Desa Wedung Nomor 065.2/VIII/2015 yang ditetapkan pada tanggal 14 Agustus 2015. Dengan mengusung semboyan "Satu Tujuan, Satu Semangat, Satu Kesuksesan, Untuk Pesisir Kabupaten Demak", kelompok ini dibentuk dengan tujuan untuk menumbuhkan semangat gotong royong, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat ekonomi masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *